Dini hari tadi, Ia tergeletak, tanpa nyawa. Ku tabrak saja.
***
Aku baru tahu ia ada setelah motorku melindasnya. Setelah jauh baru ku tersadar jika aku telah menabrak kucing mati. Dalam hati aku bersyukur bukan aku yang membuatnya meregang nyawa. Namun aku tetap penasaran siapa (atau lebih tepatnya apa) yang telah menabraknya?, Siapa yang telah jadi perantara pencabut nyawanya?. Aku menduga bukan sekedar kendaraan roda dua. Kucing itu besar sekali, terbaring seperti bayi, kalau motor pasti sudah terpental pengendaranya. Mungkin mobil keluarga atau truk besar, yang membantu keberangkatan kucing itu ke surga.
***
Ia di situ sendiri, aku seram. Ku tinggalkan saja
Yogyakarta, 10 Mei 2010
Sambil dengerin “The Corrs - All The Love in The World”
Kulihat tiga anak kecil telentang di atas rerumputan, menatap langit lekat-lekat.
***
“Aku tau… aku tau… bentuknya mirip apa, mirip kerbau” teriak salah satu dari mereka.
“Ah… mana ada kerbau, pandai-pandai kau ajalah, itu seekor kuda” temannya menimpali.
Ia selalu takut pada purnama. Anda pasti heran mendengarnya ?
“Aneh…. purnama itukan indah” kataku karena aku kagum dengan purnama. Ibarat sebuah lampu senter besar yang tergantung dilangit, terang tapi tidak membakar.
Aku selalu menyukai purnama. Anda pasti setuju dengan pendapat itu ?