Senin, 23 Maret 2009

Ketika Saatnya Berlari, Maka Berlarilah

Ketika saatnya berlari, maka berlari lah
Ketika waktunya terjatuh, maka terjatuhlah

Ada saat dimana kita memang harus tidur, lalu duduk, baru kemudian berdiri, dan seterusnya berjalan, untuk nantinya berlari. Tiap-tiap momen itu memang pasti akan terjadi. Kita boleh berusaha semaksimal mungkin agar fase-fase tersebut rentang waktunya memendek atau malah memanjang. Akan tetapi proses-proses itu pastinya kan tetap terjadi meski kita berharap tidak terjadi.

Jumat, 20 Maret 2009

8 Menit

Aku hanya punya waktu 8 menit untuk menulis. Apa yang kutulis dalam 8 menit kedepan pastinya tidak akan sama hasilnya jika waktu yang kumiliki lebih banyak lagi. Tinggal 6 menit lagi waktuku. Sebentar lagi 5 menit dan tak terasa waktuku menulis juga akan segera berakhir.

Apa yang bisa kita laukan dalam 8 menit ? sebenernya banyak, tinggal gimana kitanya ja memaksimalkannya. Ada orang yang mampu menghasilkan ber-milyar rupiah dalam 8 menit,

Rabu, 18 Maret 2009

Patung Gentan


Kalau kamu lewat di jln. kaliurang 10, jangan lupa untuk menyempatkan diiri sekedar melirik ke arah timur jalan. Tepatnya di pertigaan serong yang jalannya agak menurun. Ada pulau lalu lintas berbentuk segitiga, di dalamnya terdapat sebentuk patung unik ukuran sedang, jika tidak dapat dikatakan kecil.

Patung tersebut menggambarkan orang bertelanjang dada dan mengenakan celana panjang, tangannya membuka dan menengadah ke atas, ekspresi wajahnya menunjukkan bahwa dia sedang berteriak. Di dasar patung tersebut terdapat tulisan gentan.

Selasa, 29 Juli 2008

Hembusan Angin Sebelum Shalat

“Bro...cepat bro... aku harus mandi, dah mau azan, dah dua minggu aku gak shalat jum’at nich“ teriaknya sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi yang terkunci.
Tak ada jawaban dari dalam, yang terdengar hanya suara siraman air.
Ia gundah, terlintas lagi mimpi “nikmat”nya tadi malam.
Tak lama kemudian pintu terbuka, sahabatnya keluar, sayup-sayup terdengar suara adzan di kejauhan.


Rabu, 12 Maret 2008

Bidadari Hilang Terpercik Air

"Saya terima nikahnya, fulanah binti fulan. dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai” ucapku mantab sambil menggenggam tangan ayahmmu.
“Sekarang aku menjadi halal bagimu” ucapmu sambil menatapku dari samping kursi pengantin.
Subhanallah, kau terlihat bak bidadari tanpa sayap saat itu.
“Akhirnya, aku mendapatkan cahaya terang dalam hidupku” kataku sambil memandang manis senyummu.

Selasa, 01 Januari 2008

Tawaf di Alun-Alun Utara

Pasti kita pernah mendengar kisah, maupun melihat tayangan, saat para jamaah haji melakukan tawaf dan rangkaian ibadah haji lainnya. Desak-desakan, dorong-dorongan, seolah menjadi cerita wajib saat melaksanakan rangkaian ibadah haji. Jutaan manusia menumpuk jadi satu di suatu tempat, menciptakan gelombang yang tergesa-gesa, menghadirkan kejengkelan dan kekesalan, menciptakan satu pola gerak yang sama, mengelilingi ka'bah, berlari-lari kecil antara safa dan marwah, berjalan dari dan ke tempat lempar jumrah, maupun melakukan aktivitas haji lainnya.

Kamis, 22 November 2007

Menghemat Kantong Plastik Untuk Bumi yang Lebih Baik

Pada suatu malam Budi membeli keperluan pribadi di sebuah supermarket, kemudian barang belanjaan Budi dimasukkan ke dalam 1 kantong plastik. Setelah itu Budi membeli roti bakar di pedagang kq-5, setelah itu makanan tersebut juga dimasukkan ke dalam 1 kantong plastik. Kemudian Budi menyewa VCD Original di sebuah rental DVD/VCD langganannya dan pastinya mendapatkan 1 kantong plastik lagi untuk tempat VCD sewaannya. Berarti dalam 1 malam Budi telah mendapatkan 3 kantong plastik.
Padahal kalau di efektifkan Budi hanya perlu mendapatkan 1 kantong plastik (menghemat 2 kantong plastik) malam itu. Caranya, ketika belanja di supermarket Budi hanya perlu meminta 1 kantong plastik yang ukurannya lebih besar saja, untuk kemudian roti bakar - yang pastinya telah dibungkus kertas minyak - tinggal dimasukkan ke dalam plastik yang ada,