It's Over.... yes it's over....
Yup, kita memang sudah selesai, dan kita harus selesai. sekarang, bukan esok, lusa atau menunggu senja luruh sore ini. Karena ketika burung2 mulai pulang ke peraduan artinya nasi sudah menjadi bubur. Dan bunga2 di jendela itu pun harus layu tanpa perlu diganti dengan yang baru seperti ritual-ritual kita dulu kala beberapa pagi memungkinkan kita lalui bersama.
"Menyesal....?"
Tidak, bersamamu adalah waktu terindah, seolah senja redup yang ditunggu anak-anak untuk bermain bola. Membersamaimu habiskan waktu ibarat seorang bocah perempuan menunggu kado ulang tahunnya yang berbentuk kotak besar berpita merah jambu dibuka dengan harapan di dalamya ada rumah bagi boneka barbienya. Menyenangkan
"Kenapa ?"
Karena anak ayam memang harus pulang ke induknya, dan elang harus pulang ke sarangnya. Walau seekor pungguk begitu merindukan bulan pun ia tidak akan bisa bersamanya. Air juga harus mengalir kelautan suatu saat nanti.
"Setelah ini ?"
Kembali ke ruang kotak bernama komitmen, yang terbentuk dari imajinasiku. Dan kali ini aku ingin kotak itu menjadi bulat atau berbentuk lain.
"Dan aku ?"
Aku yakin ada ruang kosong diluar sana yang bisa kau tempati, yang nantinya engkau akan bebas melanjutkan ritual-ritual pagimu mengganti bunga yang layu di jendela tanpa peduli hujan atau kemarau cuaca.
"Kenapa tidak denganku ?"
Karena tidak ada mesin waktu, dan pintu kemana saja hanya milik Doraemon. Tongkat sihir milik Peri maupun Putri Nirmala juga tidak dijual bebas di pasar.
"Aku mencintaimu....."
Aku juga
"Lalu.... ?"
Selamat tinggal.
===========================
Inspired by : SNSD - Time Machine
Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan
Selasa, 13 Maret 2012
Senin, 17 Mei 2010
Sang Pengendara Angin
Aku ingin melintasi awan lebih jauh lagi
Mengendarai angin menuju pegunungan yang sangat kukagumi kehijauannya.
Namun ada seutas benang yang mengikat tubuhku, membatasi gerakan dan kebebasanku.
Hingga suatu ketika benang itu putus dan aku pun terlepas.
Aku melayang…… banyak anak-anak mengejarku
Kamis, 13 Mei 2010
Sebuah “Percakapan”
“Aku makin cantik ya” gumamnya di depan cermin
“Itu karena aku cantik” jawabku dalam hati tepat dihadapannya
“Apa karena aku dah gak pake’ jilbab lagi ya” Ia lanjutkan gumamnya
“Kita lebih cantik saat kita masih pake’ jilbab” ujarku, masih di dalam hati
***
“Itu karena aku cantik” jawabku dalam hati tepat dihadapannya
“Apa karena aku dah gak pake’ jilbab lagi ya” Ia lanjutkan gumamnya
“Kita lebih cantik saat kita masih pake’ jilbab” ujarku, masih di dalam hati
***
Senin, 10 Mei 2010
Minggu, 09 Mei 2010
Surat Terakhir
Terbang bebas menunggangi angin tinggalkan bumi di kejauhan.
Meski nantinya akan tetap terjatuh atau tersangkut di dedaunan.
Namun aku kecewa jika hanya menjadi sebuah kapal udara.
Aku ingin yang lebih luar biasa.
Selasa, 04 Mei 2010
Ameera
Senin, 16.00 WIB
“Tiga hari ini abang gak sibuk to?” suara mama dari ujung telepon.
“Ada anak temen mama yang mau kuliah di Jogja, diurusin ya.” lanjut mama.
“Anaknya cakep lho, namanya Ameera”.
“Besok jam tiga sore dia mendarat” mama terus berkata sebelum aku sempat menjawab apa-apa.
“Siap... perintah segera dilaksanakan” jawabku bercanda.
“Tiga hari ini abang gak sibuk to?” suara mama dari ujung telepon.
“Ada anak temen mama yang mau kuliah di Jogja, diurusin ya.” lanjut mama.
“Anaknya cakep lho, namanya Ameera”.
“Besok jam tiga sore dia mendarat” mama terus berkata sebelum aku sempat menjawab apa-apa.
“Siap... perintah segera dilaksanakan” jawabku bercanda.
Minggu, 25 April 2010
Kasih Tak Sampai
Untuk seorang perempuan dia memang sangat mempesona.
Tiap keluar rumah ia selalu mengenakan penutup kepala.
Perempuan lain menyebutnya jilbab.
Aku selalu melihatnya dari kejauhan ketika ia berdandan.
Saat ia memadupadankan warna jilbab dengan pakaian – bahkan tas dan sepatu– yang dikenakannya.
Tiap keluar rumah ia selalu mengenakan penutup kepala.
Perempuan lain menyebutnya jilbab.
Aku selalu melihatnya dari kejauhan ketika ia berdandan.
Saat ia memadupadankan warna jilbab dengan pakaian – bahkan tas dan sepatu– yang dikenakannya.
Selasa, 23 Februari 2010
Pake ya... sayang... bagus lho
"Saya gak mau pakai rok itu" teriak seorang anak pada ibunya.
"Kamu harus mau, mau ngelawan ama ibu" balas ibunya tak kalah keras.
"Tetep gak mau bu..............." anaknya kembali berteriak marah.
"Pakai gak! kalau enggak ibu bilangin ayah nanti, kamu tahu kan gimana ayahmu kalau marah" kali ini ibunya mengancam.
Anak itu menangis semakin keras, tapi dia membayangkan hantaman dan pukulan dari ayahnya yang tak tertahankan.
“Pake ya... sayang... bagus lho” bujuk ibunya.
“Kalau kamu pake’ rok ini kamu bakalan keliatan cantik deh” rayu ibunya kembali.
Anak itu tetap menangis
“Tapi kan anton laki-laki bu” teriaknya sambil berlari ke luar.
23 Februari 2010
saatnya kembali menulis lebih banyak lagi
"Kamu harus mau, mau ngelawan ama ibu" balas ibunya tak kalah keras.
"Tetep gak mau bu..............." anaknya kembali berteriak marah.
"Pakai gak! kalau enggak ibu bilangin ayah nanti, kamu tahu kan gimana ayahmu kalau marah" kali ini ibunya mengancam.
Anak itu menangis semakin keras, tapi dia membayangkan hantaman dan pukulan dari ayahnya yang tak tertahankan.
“Pake ya... sayang... bagus lho” bujuk ibunya.
“Kalau kamu pake’ rok ini kamu bakalan keliatan cantik deh” rayu ibunya kembali.
Anak itu tetap menangis
“Tapi kan anton laki-laki bu” teriaknya sambil berlari ke luar.
23 Februari 2010
saatnya kembali menulis lebih banyak lagi
Selasa, 29 Juli 2008
Hembusan Angin Sebelum Shalat
“Bro...cepat bro... aku harus mandi, dah mau azan, dah dua minggu aku gak shalat jum’at nich“ teriaknya sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi yang terkunci.
Tak ada jawaban dari dalam, yang terdengar hanya suara siraman air.
Ia gundah, terlintas lagi mimpi “nikmat”nya tadi malam.
Tak lama kemudian pintu terbuka, sahabatnya keluar, sayup-sayup terdengar suara adzan di kejauhan.
Tak ada jawaban dari dalam, yang terdengar hanya suara siraman air.
Ia gundah, terlintas lagi mimpi “nikmat”nya tadi malam.
Tak lama kemudian pintu terbuka, sahabatnya keluar, sayup-sayup terdengar suara adzan di kejauhan.
Rabu, 12 Maret 2008
Bidadari Hilang Terpercik Air
"Saya terima nikahnya, fulanah binti fulan. dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai” ucapku mantab sambil menggenggam tangan ayahmmu.
“Sekarang aku menjadi halal bagimu” ucapmu sambil menatapku dari samping kursi pengantin.
Subhanallah, kau terlihat bak bidadari tanpa sayap saat itu.
“Akhirnya, aku mendapatkan cahaya terang dalam hidupku” kataku sambil memandang manis senyummu.
“Sekarang aku menjadi halal bagimu” ucapmu sambil menatapku dari samping kursi pengantin.
Subhanallah, kau terlihat bak bidadari tanpa sayap saat itu.
“Akhirnya, aku mendapatkan cahaya terang dalam hidupku” kataku sambil memandang manis senyummu.
Langganan:
Postingan (Atom)
