Tampilkan postingan dengan label 100 kata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 100 kata. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Mei 2010

Sang Pengendara Angin


Aku ingin melintasi awan lebih jauh lagi
Mengendarai angin menuju pegunungan yang sangat kukagumi kehijauannya.
Namun ada seutas benang yang mengikat tubuhku, membatasi gerakan dan kebebasanku.

Hingga suatu ketika benang itu putus dan aku pun terlepas.
Aku melayang…… banyak anak-anak mengejarku

Kamis, 13 Mei 2010

Sebuah “Percakapan”

“Aku makin cantik ya” gumamnya di depan cermin
“Itu karena aku cantik” jawabku dalam hati tepat dihadapannya

“Apa karena aku dah
gak pake’ jilbab lagi ya” Ia lanjutkan gumamnya
“Kita lebih cantik saat kita masih pake’ jilbab” ujarku, masih di dalam hati

***

Selasa, 11 Mei 2010

Menabrak Kucing Mati


Dini hari tadi, Ia tergeletak, tanpa nyawa. Ku tabrak saja.
***

Aku baru tahu ia ada setelah motorku melindasnya. Setelah jauh baru ku tersadar jika aku telah menabrak kucing mati. Dalam hati aku bersyukur bukan aku yang membuatnya meregang nyawa. Namun aku tetap penasaran siapa (atau lebih tepatnya apa) yang telah menabraknya?, Siapa yang telah jadi perantara pencabut nyawanya?.

Aku menduga bukan sekedar kendaraan roda dua. Kucing itu besar sekali, terbaring seperti bayi, kalau motor pasti sudah terpental pengendaranya. Mungkin mobil keluarga atau truk besar, yang membantu keberangkatan kucing itu ke surga.
***

Ia di situ sendiri, aku seram. Ku tinggalkan saja



Yogyakarta, 10 Mei 2010

Sambil dengerin “The Corrs - All The Love in The World”

Senin, 10 Mei 2010

Apakah Aku ? Gajah, Kuda, atau Kerbau ?

Kulihat tiga anak kecil telentang di atas rerumputan, menatap langit lekat-lekat.

***
“Aku tau… aku tau… bentuknya mirip apa, mirip kerbau” teriak salah satu dari mereka.


 “Ah… mana ada kerbau, pandai-pandai kau ajalah, itu seekor kuda” temannya menimpali.

Minggu, 09 Mei 2010

Ia Selalu Takut Pada Purnama.

Ia selalu takut pada purnama.
Anda pasti heran mendengarnya ?

“Aneh…. purnama itukan indah” kataku karena aku kagum dengan purnama.

Ibarat sebuah lampu senter besar yang tergantung dilangit, terang tapi tidak membakar.

Aku selalu menyukai purnama.

Anda pasti setuju dengan pendapat itu ?


Surat Terakhir

Aku bisa menjadi pesawat.
Terbang bebas menunggangi angin tinggalkan bumi di kejauhan.
Meski nantinya akan tetap terjatuh atau tersangkut di dedaunan.

Namun aku kecewa jika hanya menjadi sebuah kapal udara.

Aku ingin yang lebih luar biasa.

Selasa, 04 Mei 2010

Rakyat Negeri Ini Butuh Kita Kawan

Mereka belum pulang juga…..
Sudah sedari pagi mereka ada di ruangan ini.
Teriak mereka lantang, berjiwa muda, bergairah dan idealis.

“Rakyat negeri ini butuh kita kawan”
“Posisi kita sebagai Agent of Changes, Agen Perubahan, yang mengharuskan kita untuk bergerak”

Ameera


Senin, 16.00 WIB
“Tiga hari ini abang gak sibuk to?” suara mama dari ujung telepon.
“Ada anak temen mama yang mau kuliah di Jogja, diurusin ya.” lanjut mama.
“Anaknya cakep lho, namanya Ameera”.
“Besok jam tiga sore dia mendarat” mama terus berkata sebelum aku sempat menjawab apa-apa.
“Siap... perintah segera dilaksanakan” jawabku bercanda.


Senin, 03 Mei 2010

Ia Jatuh Cinta Pada Hitam


Ia berkulit putih
Memakai baju putih
Mengenakan celana putih
dan giginya teramat putih


Namun ia jatuh cinta pada hitam
Ia mengagumi kegelapan
Hitam itu misteri katanya
dan kegelapan itu menutupi serta melindungi

Minggu, 02 Mei 2010

Di Negeri Ini Pria Dilarang Menangis

Aku tegak mematung disini
Sudah lama sekali
Yang kuingat hanyalah tenggelamnya mentari
Karena sebelum itu terjadi
Banyak orang menemani

Sore ini

Orang-orang itu berkumpul lagi
Ada anak-anak yang berlari-lari
Ada sepasang kekasih
Dan ada seorang pria menyendiri

Aku tahu pria itu gundah
Aku tahu pria itu gelisah

Sepertinya pria itu ingin menangis

Tapi pasti kalian tahu
Di negeri ini pria dilarang menangis
Dan pria itu sangat menjunjung tabu

Pria itu memandangi sungai dibawahku

Ada kaki-kakiku terendam di situ

Aku ingin mengajaknya bicara

Menghidupkan kembali keteguhannya
Mengembalikan masa-masa bahagianya

Karena pada masa aku masih berguna

Ia sering menemaniku bersama istrinya
Tertawa......


Yogyakarta, 01052010
Bulan mei.... sebentar lagi menua

Minggu, 25 April 2010

Kasih Tak Sampai

Untuk seorang perempuan dia memang sangat mempesona.

Tiap keluar rumah ia selalu mengenakan penutup kepala.

Perempuan lain menyebutnya jilbab.

Aku selalu melihatnya dari kejauhan ketika ia berdandan.

Saat ia memadupadankan warna jilbab dengan pakaian – bahkan tas dan sepatu– yang dikenakannya.

Selasa, 23 Februari 2010

Pake ya... sayang... bagus lho

"Saya gak mau pakai rok itu" teriak seorang anak pada ibunya.

"Kamu harus mau, mau ngelawan ama ibu" balas ibunya tak kalah keras.


"Tetep gak mau bu..............." anaknya kembali berteriak marah.


"Pakai gak! kalau enggak ibu bilangin ayah nanti, kamu tahu kan gimana ayahmu kalau marah" kali ini ibunya mengancam.


Anak itu menangis semakin keras, tapi dia membayangkan hantaman dan pukulan dari ayahnya yang tak tertahankan.


“Pake ya... sayang... bagus lho” bujuk ibunya.


“Kalau kamu pake’ rok ini kamu bakalan keliatan cantik deh” rayu ibunya kembali.


Anak itu tetap menangis


“Tapi kan anton laki-laki bu” teriaknya sambil berlari ke luar.




23 Februari 2010
saatnya kembali menulis lebih banyak lagi