Kamis, 20 Mei 2010
Senin, 17 Mei 2010
Sang Pengendara Angin
Aku ingin melintasi awan lebih jauh lagi
Mengendarai angin menuju pegunungan yang sangat kukagumi kehijauannya.
Namun ada seutas benang yang mengikat tubuhku, membatasi gerakan dan kebebasanku.
Hingga suatu ketika benang itu putus dan aku pun terlepas.
Aku melayang…… banyak anak-anak mengejarku
Menulis Untuk Keabadian
Sebagai seorang manusia, menjadi abadi adalah sebuah hal yang mustahil, karena mati adalah sebuah keniscayaan.
Namun keinginan menjadi abadi itu pastinya ada pada segelintir manusia, ada yang rela berkorban apapun demi itu, ada yang menjadi budak setan, ada yang menjadi penghuni tetap laboratorium untuk menemukan formula menjadi manusia abadi. pastinya semua upaya itu akan gagal, karena yang kekal abadi hanya Allah SWT.
Keabadian fisik mustahil, keabadian gagasan dapatkah terjadi ?. Mungkin, paling tidak sampai kiamat terjadi.
Suasana Fajar
Fajar menyingsing
Menculik bintang
Melipat malam
Menjaring rembulan
Aku menggeliat
Membunuh weker
Menguap hebat
Kembali terlelap
Adzan bersahutan
Ayam berteriak
Selimut merapat
Mimpi mendekap
Yogyakarta, 15 Mei 2010
Kamis, 13 Mei 2010
Sebuah “Percakapan”
“Aku makin cantik ya” gumamnya di depan cermin
“Itu karena aku cantik” jawabku dalam hati tepat dihadapannya
“Apa karena aku dah gak pake’ jilbab lagi ya” Ia lanjutkan gumamnya
“Kita lebih cantik saat kita masih pake’ jilbab” ujarku, masih di dalam hati
***
“Itu karena aku cantik” jawabku dalam hati tepat dihadapannya
“Apa karena aku dah gak pake’ jilbab lagi ya” Ia lanjutkan gumamnya
“Kita lebih cantik saat kita masih pake’ jilbab” ujarku, masih di dalam hati
***
Selasa, 11 Mei 2010
Menabrak Kucing Mati
Dini hari tadi, Ia tergeletak, tanpa nyawa. Ku tabrak saja.
***
Aku baru tahu ia ada setelah motorku melindasnya. Setelah jauh baru ku tersadar jika aku telah menabrak kucing mati. Dalam hati aku bersyukur bukan aku yang membuatnya meregang nyawa. Namun aku tetap penasaran siapa (atau lebih tepatnya apa) yang telah menabraknya?, Siapa yang telah jadi perantara pencabut nyawanya?.
Aku menduga bukan sekedar kendaraan roda dua. Kucing itu besar sekali, terbaring seperti bayi, kalau motor pasti sudah terpental pengendaranya. Mungkin mobil keluarga atau truk besar, yang membantu keberangkatan kucing itu ke surga.
***
Ia di situ sendiri, aku seram. Ku tinggalkan saja
Yogyakarta, 10 Mei 2010
Sambil dengerin “The Corrs - All The Love in The World”
***
Aku baru tahu ia ada setelah motorku melindasnya. Setelah jauh baru ku tersadar jika aku telah menabrak kucing mati. Dalam hati aku bersyukur bukan aku yang membuatnya meregang nyawa. Namun aku tetap penasaran siapa (atau lebih tepatnya apa) yang telah menabraknya?, Siapa yang telah jadi perantara pencabut nyawanya?.
Aku menduga bukan sekedar kendaraan roda dua. Kucing itu besar sekali, terbaring seperti bayi, kalau motor pasti sudah terpental pengendaranya. Mungkin mobil keluarga atau truk besar, yang membantu keberangkatan kucing itu ke surga.
***
Ia di situ sendiri, aku seram. Ku tinggalkan saja
Yogyakarta, 10 Mei 2010
Sambil dengerin “The Corrs - All The Love in The World”
Senin, 10 Mei 2010
Langganan:
Postingan (Atom)