Senin, 16.00 WIB
“Tiga hari ini abang gak sibuk to?” suara mama dari ujung telepon.
“Ada anak temen mama yang mau kuliah di Jogja, diurusin ya.” lanjut mama.
“Anaknya cakep lho, namanya Ameera”.
“Besok jam tiga sore dia mendarat” mama terus berkata sebelum aku sempat menjawab apa-apa.
“Siap... perintah segera dilaksanakan” jawabku bercanda.
Kenapa begitu sulit untuk taat, ketika taat hanyalah sekdar taat dan ibadah hanyalah ritual belaka ? gerak selama lima menit atau kurang yang tidak menyulitkan serta tidak memberatkan.
Kenapa hati ini tidak juga mau tunduk, sekedar berjalan menuju kran dan membukanya lalu mengalirkan airnya dan kemudian melakukan sesuatu yang sudah sejak kecil dulu dilakukan. kenapa ?
Aku tegak mematung disini
Sudah lama sekali
Yang kuingat hanyalah tenggelamnya mentari
Karena sebelum itu terjadi
Banyak orang menemani
Sore ini
Orang-orang itu berkumpul lagi
Ada anak-anak yang berlari-lari
Ada sepasang kekasih
Dan ada seorang pria menyendiri Aku tahu pria itu gundah
Aku tahu pria itu gelisah
Sepertinya pria itu ingin menangis
Tapi pasti kalian tahu
Di negeri ini pria dilarang menangis
Dan pria itu sangat menjunjung tabu
Pria itu memandangi sungai dibawahku
Ada kaki-kakiku terendam di situ
Aku ingin mengajaknya bicara
Menghidupkan kembali keteguhannya
Mengembalikan masa-masa bahagianya
Karena pada masa aku masih berguna
Ia sering menemaniku bersama istrinya
Tertawa......
Yogyakarta, 01052010
Bulan mei.... sebentar lagi menua