Minggu, 02 Mei 2010

Di Negeri Ini Pria Dilarang Menangis

Aku tegak mematung disini
Sudah lama sekali
Yang kuingat hanyalah tenggelamnya mentari
Karena sebelum itu terjadi
Banyak orang menemani

Sore ini

Orang-orang itu berkumpul lagi
Ada anak-anak yang berlari-lari
Ada sepasang kekasih
Dan ada seorang pria menyendiri

Aku tahu pria itu gundah
Aku tahu pria itu gelisah

Sepertinya pria itu ingin menangis

Tapi pasti kalian tahu
Di negeri ini pria dilarang menangis
Dan pria itu sangat menjunjung tabu

Pria itu memandangi sungai dibawahku

Ada kaki-kakiku terendam di situ

Aku ingin mengajaknya bicara

Menghidupkan kembali keteguhannya
Mengembalikan masa-masa bahagianya

Karena pada masa aku masih berguna

Ia sering menemaniku bersama istrinya
Tertawa......


Yogyakarta, 01052010
Bulan mei.... sebentar lagi menua

Minggu, 25 April 2010

Kasih Tak Sampai

Untuk seorang perempuan dia memang sangat mempesona.

Tiap keluar rumah ia selalu mengenakan penutup kepala.

Perempuan lain menyebutnya jilbab.

Aku selalu melihatnya dari kejauhan ketika ia berdandan.

Saat ia memadupadankan warna jilbab dengan pakaian – bahkan tas dan sepatu– yang dikenakannya.

Selasa, 23 Februari 2010

Pake ya... sayang... bagus lho

"Saya gak mau pakai rok itu" teriak seorang anak pada ibunya.

"Kamu harus mau, mau ngelawan ama ibu" balas ibunya tak kalah keras.


"Tetep gak mau bu..............." anaknya kembali berteriak marah.


"Pakai gak! kalau enggak ibu bilangin ayah nanti, kamu tahu kan gimana ayahmu kalau marah" kali ini ibunya mengancam.


Anak itu menangis semakin keras, tapi dia membayangkan hantaman dan pukulan dari ayahnya yang tak tertahankan.


“Pake ya... sayang... bagus lho” bujuk ibunya.


“Kalau kamu pake’ rok ini kamu bakalan keliatan cantik deh” rayu ibunya kembali.


Anak itu tetap menangis


“Tapi kan anton laki-laki bu” teriaknya sambil berlari ke luar.




23 Februari 2010
saatnya kembali menulis lebih banyak lagi

Selasa, 16 Februari 2010

Sebuah Kekaguman pada Sesuatu yang Tidak Biasa

Ada seorang temen yang minta aku dengerin lagunya Velocity yang judulnya masih di hati, kebetulan lagu itu jadi soundtracknya sinetron Para Pencari Tuhan, yang konon sinetron itu digemari jutaan penduduk negeri dengan produksi sinetronnya naudzubillah banyaknya ini. 

Sebenernya aku juga nonton PPT tapi kayaknya gak semaniak temenku yang satu ini. Bahkan temenku ini sampai hapal banget tentang adegan yang paling disukainya ada di episode dan potongan ke berapa. Padahal setauku temenku itu termasuk anti sinetron. Apa sih yang buat dia sangat tergila-gila ama sinetron itu ? tulisan ini coba membahas PPT, walau sepertinya dah basi ya, tapi gak apa2 deh coz memang dah lama gak nulis.

Senin, 23 Maret 2009

Ketika Saatnya Berlari, Maka Berlarilah

Ketika saatnya berlari, maka berlari lah
Ketika waktunya terjatuh, maka terjatuhlah

Ada saat dimana kita memang harus tidur, lalu duduk, baru kemudian berdiri, dan seterusnya berjalan, untuk nantinya berlari. Tiap-tiap momen itu memang pasti akan terjadi. Kita boleh berusaha semaksimal mungkin agar fase-fase tersebut rentang waktunya memendek atau malah memanjang. Akan tetapi proses-proses itu pastinya kan tetap terjadi meski kita berharap tidak terjadi.

Jumat, 20 Maret 2009

8 Menit

Aku hanya punya waktu 8 menit untuk menulis. Apa yang kutulis dalam 8 menit kedepan pastinya tidak akan sama hasilnya jika waktu yang kumiliki lebih banyak lagi. Tinggal 6 menit lagi waktuku. Sebentar lagi 5 menit dan tak terasa waktuku menulis juga akan segera berakhir.

Apa yang bisa kita laukan dalam 8 menit ? sebenernya banyak, tinggal gimana kitanya ja memaksimalkannya. Ada orang yang mampu menghasilkan ber-milyar rupiah dalam 8 menit,

Rabu, 18 Maret 2009

Patung Gentan


Kalau kamu lewat di jln. kaliurang 10, jangan lupa untuk menyempatkan diiri sekedar melirik ke arah timur jalan. Tepatnya di pertigaan serong yang jalannya agak menurun. Ada pulau lalu lintas berbentuk segitiga, di dalamnya terdapat sebentuk patung unik ukuran sedang, jika tidak dapat dikatakan kecil.

Patung tersebut menggambarkan orang bertelanjang dada dan mengenakan celana panjang, tangannya membuka dan menengadah ke atas, ekspresi wajahnya menunjukkan bahwa dia sedang berteriak. Di dasar patung tersebut terdapat tulisan gentan.